Alex and Dika
Pada
suatu waktu hiduplah dua orang abang beradik yang masing-masing mempunyai
kekurangan. Si Abang yang bernama Alex mempunyai kaki yang panjang sekali dan
tinggi orang-orang yang ada di sekitarnya rata-rata hanya setinggi lutut Alex. Sedangkan
Si Adik yang bernama Dika mempunyai tangan yang panjang sekali dan panjang
tangannya tiga kali lebih panjang dari tinggi badannya. Alex dan Dika hidup
bahagia dengan kekurangan mereka masing-masing walaupun terkadang ada rasa
ingin hidup normal layaknya orang lain yang hidup di sekitar mereka, dan ada
rasa minder karena kondisi tubuh mereka yang kurang normal.
Setiap
hari mereka bekerja, membantu orangtua mereka, belajar, dan bermain bersama
anak kecil. Moment bermain bersama anak kecil adalah waktu yang paling berharga
bagi mereka berdua karena mereka bisa menghibur anak-anak di sekitar mereka. Caranya
Dika mengangkat anak kecil yang sedang bermain bersama mereka ke pundak Alex, abangnya.
Dengan tangan yang panjang itu, tentu saja memudahkan dia menjangkau pundak
abangnnya yang jauh lebih tinggi dari dirinya. Ketika seorang anak kecil
tersebut sudah ada di pundak Alex, anak kecil yang ada di pundak Alex sangat
senang karena dapat melihat indahnya pemandangan sekitar mereka. Hal ini karena
kondisi tubuh Alex yang jauh lebih tinggi dari mereka. Itulah sebabnya mereka
disenangi banyak orang disekitar mereka. Mereka adalah sahabat yang baik
bagi anak-anak, terutama yang mengenal
mereka dengan baik.
Karena
kebaikan mereka, suatu waktu turunlah seorang malaikat untuk mereka dan
mempertanyakan apa yang sangat mereka inginkan saat itu. Tentu saja Alex dan
Dika sangat ingin hidup normal layaknya kebanyakan orang di sekitar mereka yang
tidak perlu disusahkan dengan kondisi tubuh yang tidak normal seperti mereka.
Sang Malaikatpun mengabulkan keinginan mereka dan mulai saat itu mereka
mempunyai tubuh yang normal dan mereka bahagia mendapatkan tubuh yang normal
layaknya orang lain yang ada di sekitar mereka.
Namun
kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Hal itu disebabkan karena mereka tidak
seperti dulu lagi. Mereka tidak dapat bermain dengan anak kecil seperti dulu
ketika kaki dan tangan mereka masih panjang. Mereka tidak dapat lagi menghibur
anak kecil dan memberikan senyum kepada orang-orang di sekitar mereka. Alex dan
Dika menjadi sedih. Merekapun sepakat untuk berdoa dan meminta kepada Tuhan
agar mengembalikan kondisi tubuh mereka seperti sediakala. Tuhan mendengar doa
mereka dan menurunkan malaikatnya untuk mengembalikan kondisi Alex dan Dika
seperti permohonan mereka.
Mulai
saat itu, Alex dan Dika memahami mengapa Tuhan memberikan kekurangan bagi hidup
mereka. Mereka sadar bahwa apa yang ada dalam hidup mereka, itulah anugerah
yang indah yang diberikanNya kepada mereka bahkan walaupun itu terasa menjadi
kekurangan dalam hidup mereka. Mereka sadar bahwa kekurangan mereka bukan
sesuatu yang dapat menghentikan langkah mereka untuk memberikan kebahagiaan
kepada sekitar mereka. Mereka sadar bahwa rancangan Tuhan itu selalu indah,
bahkan benar. Mereka semakin tahu, bahwa sering mereka mengharapkan sesuatu
yang sepertinya sempurna ternyata tidak sesempurna kelihatannya.
Begitu
juga dengan diri kita. Tuhan telah sediakan apa yang terbaik bagi hidup kita.
Tuhan memberikan kelebihan dan kekurangan pada kita bukan asal saja, tetapi
karena Tuhan telah menyediakan rancangan yang indah, bahkan luar biasa bagi
hidup kita.
Terkadang
apa yang kita pikir baik untuk kita, ternyata belum tentu menjadi yang terbaik
bagi kita sendiri. Untuk itu, syukuri apa yang ada di hidupmu. Jadikan hidupmu
berharga bagi dirimu dan jadikan hidupmu menjadi kebahagiaan pada orang lain,
karena hidupmu terlalu indah untuk tidak disyukuri.
I’m Kichida Dezureen for
you_
Created by: Kichida Dezureen