Selasa, 20 November 2012

dew-dew



Alex and Dika
Pada suatu waktu hiduplah dua orang abang beradik yang masing-masing mempunyai kekurangan. Si Abang yang bernama Alex mempunyai kaki yang panjang sekali dan tinggi orang-orang yang ada di sekitarnya rata-rata hanya setinggi lutut Alex. Sedangkan Si Adik yang bernama Dika mempunyai tangan yang panjang sekali dan panjang tangannya tiga kali lebih panjang dari tinggi badannya. Alex dan Dika hidup bahagia dengan kekurangan mereka masing-masing walaupun terkadang ada rasa ingin hidup normal layaknya orang lain yang hidup di sekitar mereka, dan ada rasa minder karena kondisi tubuh mereka yang kurang normal.
Setiap hari mereka bekerja, membantu orangtua mereka, belajar, dan bermain bersama anak kecil. Moment bermain bersama anak kecil adalah waktu yang paling berharga bagi mereka berdua karena mereka bisa menghibur anak-anak di sekitar mereka. Caranya Dika mengangkat anak kecil yang sedang bermain bersama mereka ke pundak Alex, abangnya. Dengan tangan yang panjang itu, tentu saja memudahkan dia menjangkau pundak abangnnya yang jauh lebih tinggi dari dirinya. Ketika seorang anak kecil tersebut sudah ada di pundak Alex, anak kecil yang ada di pundak Alex sangat senang karena dapat melihat indahnya pemandangan sekitar mereka. Hal ini karena kondisi tubuh Alex yang jauh lebih tinggi dari mereka. Itulah sebabnya mereka disenangi banyak orang disekitar mereka. Mereka adalah sahabat yang baik bagi  anak-anak, terutama yang mengenal mereka dengan baik.
Karena kebaikan mereka, suatu waktu turunlah seorang malaikat untuk mereka dan mempertanyakan apa yang sangat mereka inginkan saat itu. Tentu saja Alex dan Dika sangat ingin hidup normal layaknya kebanyakan orang di sekitar mereka yang tidak perlu disusahkan dengan kondisi tubuh yang tidak normal seperti mereka. Sang Malaikatpun mengabulkan keinginan mereka dan mulai saat itu mereka mempunyai tubuh yang normal dan mereka bahagia mendapatkan tubuh yang normal layaknya orang lain yang ada di sekitar mereka.
Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Hal itu disebabkan karena mereka tidak seperti dulu lagi. Mereka tidak dapat bermain dengan anak kecil seperti dulu ketika kaki dan tangan mereka masih panjang. Mereka tidak dapat lagi menghibur anak kecil dan memberikan senyum kepada orang-orang di sekitar mereka. Alex dan Dika menjadi sedih. Merekapun sepakat untuk berdoa dan meminta kepada Tuhan agar mengembalikan kondisi tubuh mereka seperti sediakala. Tuhan mendengar doa mereka dan menurunkan malaikatnya untuk mengembalikan kondisi Alex dan Dika seperti permohonan mereka.
Mulai saat itu, Alex dan Dika memahami mengapa Tuhan memberikan kekurangan bagi hidup mereka. Mereka sadar bahwa apa yang ada dalam hidup mereka, itulah anugerah yang indah yang diberikanNya kepada mereka bahkan walaupun itu terasa menjadi kekurangan dalam hidup mereka. Mereka sadar bahwa kekurangan mereka bukan sesuatu yang dapat menghentikan langkah mereka untuk memberikan kebahagiaan kepada sekitar mereka. Mereka sadar bahwa rancangan Tuhan itu selalu indah, bahkan benar. Mereka semakin tahu, bahwa sering mereka mengharapkan sesuatu yang sepertinya sempurna ternyata tidak sesempurna kelihatannya.
Begitu juga dengan diri kita. Tuhan telah sediakan apa yang terbaik bagi hidup kita. Tuhan memberikan kelebihan dan kekurangan pada kita bukan asal saja, tetapi karena Tuhan telah menyediakan rancangan yang indah, bahkan luar biasa bagi hidup kita.
Terkadang apa yang kita pikir baik untuk kita, ternyata belum tentu menjadi yang terbaik bagi kita sendiri. Untuk itu, syukuri apa yang ada di hidupmu. Jadikan hidupmu berharga bagi dirimu dan jadikan hidupmu menjadi kebahagiaan pada orang lain, karena hidupmu terlalu indah untuk tidak disyukuri.
I’m Kichida Dezureen for you_

                                                Created by: Kichida Dezureen